
Pasien menerima layanan perawatan gigi di cabang ketujuh Gigigo Dental Care, Rabu (16/4/2025). (SMSolo/Agustinus Ariawan)
SOLO, suaramerdeka-solo.com – Gigi berlubang menjadi kasus yang paling banyak dijumpai di klinik perawatan gigi. Fenomena itu ditengarai dipicu rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan gigi rutin.
“Dari 18.700 pasien kami selama 2,5 tahun terakhir, kebanyakan orang awam tidak tahu kalau giginya bermasalah. Setelah kami cek, ternyata ada banyak kasus gigi berlubang atau calon gigi berlubang,” ungkap Founder Gigigo Dental Care, drg Monica Ekania, di sela-sela pembukaan cabang baru klinik perawatan gigi itu di wilayah Karangasem Laweyan Solo, Rabu (16/4/2025).
Padahal, lanjut dia, gigi berlubang atau masalah gigi lain berpotensi memicu problem kesehatan lain.
“Mulut itu pintu masuk ke jalur pencernaan. Kalau di pintu masuknya ada masalah, pasti bisa mempengaruhi organ tubuh lain. Misalnya, kalau gigi berlubang terlambat ditangani dan terpaksa dicabut, pasti akan mempengaruhi proses pengunyahan dan organ pencernaan lain.”
Menurut Monica, pentingnya pemeriksaan gigi setiap enam bulan belum banyak disadari khalayak.
“Makanya kami juga mengedukasi masyarakat bahwa setiap enam bulan sekali perlu ke dokter gigi, ada atau tidak ada keluhan. Kebanyakan orang masih kayak kecolongan, karena sudah ada lubang atau lubangnya sudah dalam baru memeriksakan gigi mereka,” bebernya.
CEO Gigigo Dental Care, Rohmad Nur Cahyo mengatakan bahwa pembukaan cabang ketujuh klinik tersebut kian mendekatkan layanan pemeriksaan gigi yang terjangkau dan berkualitas kepada masyarakat. Sebelumnya Gigigo telah membuka klinik di Pabelan, Nusukan, Colomadu, Kudus, Boyolali dan Sragen.
“Mayoritas dari pasien kami adalah mereka yang baru pertama kali mengakses layanan perawatan gigi di dokter gigi. Ini yang menyemangati kami untuk terus mengedukasi lewat platform media sosial dan kegiatan-kegiatan, karena kami merasa belum ada klinik perawatan gigi yang mengambil peran itu,” jelas dia.
Gigigo juga meluncurkan program ‘Berbagi 100.000 Senyuman’ yang memberikan layanan pemeriksaan gigi gratis, sembako, pakaian gratis dan bantuan lain kepada 100 ribu penerima.
“Setiap bulan kami mengedukasi dan memberikan bantuan kepada 1.600 warga. Jadi program ini akan dilakukan sampai target terpenuhi beberapa tahun ke depan,” terang Rohmad.**
