
SOLO, MettaNEWS – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Islam Al Azhar 28 Solo Baru ditutup dengan kegiatan edukasi dan pemeriksaan gigi bareng Gigigo Dental Care.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 18 Juli 2025, diikuti 266 siswa dari kelas 1 dan 2.
Gigigo Dental Care, selama ini dikenal sebagai klinik gigi yang dikenal aktif menjalankan misi sosial di bidang kesehatan gigi anak-anak.
Program ini diawali dengan edukasi interaktif seputar pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Anak-anak diajak mengenal cara menyikat gigi yang benar, jenis makanan yang baik untuk gigi, hingga storytelling dan games bertema kesehatan gigi.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan hadiah menarik seperti buku gambar dan buku cerita yang memuat pesan edukatif tentang gigi.
“Ini bukan kegiatan pertama kami di sekolah. Gigigo hadir melalui program Berbagi 10.000 Senyuman untuk memberikan edukasi dan pemeriksaan gratis. Kali ini, kami membawakan hasil pemeriksaan dalam bentuk ‘rapor gigi’ serta kalender 21 hari agar anak-anak termotivasi menyikat gigi secara konsisten,” ujar drg. Monica Ekania Ghaisani, Owner Gigigo Dental Care.
Pemeriksaan gigi dilakukan langsung oleh tim dokter gigi dari Gigigo, dengan hasil yang akan disampaikan kepada orang tua sebagai bahan evaluasi kesehatan gigi anak.
“Anak kita bawakan raport hasil pemeriksaan untuk diserahkan pada orang tuanya dan ada kalender 21 hari biar anak konsisten buat gosok giginya,” ujarnya.

Drg. Monica memberi edukasi pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini pada siswa siswi kelas 1 dan 2 SD Islam Al Azhar 28 Solo Baru, Jumat (18/7/2025) | MettaNEWS/Puspita
Kepala SD Islam Al Azhar 28 Solo Baru, Rahayu Aciq Pamungkas, M.Pd., Gr., menyebut kegiatan ini sejalan dengan misi sekolah untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat pada siswa.
“Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga menjadi momentum menanamkan nilai penting seperti kebersihan dan kesehatan. Kesehatan gigi adalah salah satu yang sering terabaikan, padahal sangat penting untuk kualitas hidup anak-anak,” ungkap Rahayu.
Ia menambahkan bahwa sekolah secara rutin melaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala, termasuk gigi, bekerja sama dengan puskesmas setempat.
Namun, lanjut Rahayu kehadiran tim eksternal seperti Gigigo memberikan pendekatan yang lebih menyenangkan dan menarik bagi siswa.
“Kalau anak-anak itu biasanya kebiasaan ya. Kebiasaan yang belum continue di rumah dan di sekolah makanya kita seringkali meminta anak sikat dan pasta gigi ke sekolah itu ditaruh di kelas. Nanti biasanya kita gunakan ketika after makan siang. Jadi sudah dibiasakan untuk anak-anak berlatih cara menggosok gigi,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang menyenangkan dan ramah anak, menurut Rahayu kegiatan ini diharapkan menjadi bekal awal yang kuat bagi siswa untuk menjaga kesehatan gigi mereka secara mandiri, baik di sekolah maupun di rumah.
